Usaha Ternak Kelinci

Selasa, 14 Desember 2010 | komentar (2)


Peluang Usaha Ternak Kelinci
Pada awalnya kelinci merupakan hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, sebagai bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir semua tempat. Ada banyak jenis kelinci yang hidup dan dikembangkan oleh peternak antara lain: American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi.
Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu. Kelinci memiliki beberapa keunggulan yaitu cepat berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu yang cukup tinggi. Dari beberapa manfaat dan keunggulan tersebut membuat budi daya kelici memilki peluang usaha yang cukup potensial, baik usaha pokok maupun sebagai usaha sampingan. Hasil budi daya kelinci biasanya berupa daging, bulu,kulit, dan kelici hias yang sampai saat ini laku keras di pasaran. Selain itu hasil sampingan budi daya kelinci dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.
Pedoman Budi Daya Kelinci

1. Pemilihan Tempat

Tempat untuk pemeliharaan kelinci diupayakan dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, bau-bauan, suara bising dan terlindung dari predator. Predator Kelinci antara lain anjing,kucing dan tikus. Terutama untuk kelinci yang masih kecil sangat rawan dimakan hewan-hewan tersebut. Pada saat kelinci masih kecil kandang harus cukup rapat agar tikus dan predator lain tidak bisa masuk ke dalam kandang.

2. Persiapan Kandang

Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi

- Kandang induk , Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya.
- Kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar
- Kandang anak lepas sapih.
Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.

Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:

1. Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.

2. Kandang sistem ranch , dilengkapi dengan halaman pengumbaran.

3. Kandang battery, mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).

Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.

3. Pemilihan Bibit Kelinci

Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.

1. Pemilihan bibit dan calon induk

Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.

2. Perawatan Bibit dan calon induk

Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.

3. Sistem Pemuliabiakan

Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:

a. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.

b. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.

c. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.

4. Reproduksi dan Perkawinan

Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore.

3. Pemeliharaan

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif

Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.

2. Pengontrolan Penyakit

Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.

3. Perawatan Ternak

Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.

4. Pemberian Pakan

Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi,kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahan berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.

5. Pemeliharaan Kandang

Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.
Hama Dan Penyakit

1. Bisul

Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.

2. Kudis

Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh.Pengendalian: dengan antibiotik salep.

3. Eksim

Penyebab: kotoran yang menempel di kulit. Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl.

4. Penyakit telinga

Penyebab: kutu. Pengendalian: meneteskan minyak nabati.

5. Penyakit kulit kepala

Penyebab: jamur.Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.Pengendalian: dengan bubuk belerang.

6. Penyakit mata

Penyebab: bakteri dan debu.Gejala: mata basah dan berair terus.Pengendalian: dengan salep mata.

7. Mastitis

Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.Gejala: puting mengeras dan panas bila dipegang.Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.

8. Pilek

Penyebab: virus. Gejala: hidung berair terus.Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.

9. Radang paru-paru

Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan. Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.

10. Berak darah

Penyebab: protozoa Eimeira. Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah.Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.

11. Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing. Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.
Analisis Ekonomi Budi Daya Kelinci

Analisis ekonomi Budi Daya kelinci sangat beravariasi tergantung jenis kelinci yang dipelihara, kelinci hias memiliki harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan kelinci lokal atau kelinci daging. Berikut Analisis ekonomi budi daya kelinci lokal.

1. Biaya Produksi

-a. Kandang dan perlengkapan Rp. 1.000.000,-

b. Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000, Rp. 600.000,-

c. Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,- Rp. 60.000,-

d. Pakan

- Sayur + rumput Rp. 1.000.000,-

- Konsetrat (pakan tambahan) Rp. 2.000.000,-

e. Obat Rp. 1.000.000,-

f. Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,- Rp. 3.600.000,-

Jumlah biaya produksi Rp. 9.260.000,-

2. Pendapatan

Kelahiran hidup/induk/tahun = 31 ekor

Penjualan:

a. Bibit: 20 x 15 x Rp. 20.000,- Rp. 6.000.000,-

b. Kelinci potong 20 x 15 x Rp. 50.000,- Rp. 15.000.000,-

c. Feses/kotoran Rp. 60.000,-

d. Bulu Rp. 750.000,-

Jumlah pendapatan Rp. 21.810.000,-

3. Keuntungan Rp. 12.550.000,-

4. Parameter kelayakan usaha : – B/C ratio = 2,36
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

27 Desember 2010 04.44

Rahasia breeding kelinci rex untuk menghasilkan kualitas juara dijual, kunjungi http://tabosrabbit.blogspot.com

Salam

3 Agustus 2013 00.40

Thanks artikelnya & hitung2annya.
Dadang

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PETANI INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger