Cara menangkap ikan

Kamis, 23 Desember 2010 | komentar


Cara menangkap ikan dengan daun kelapa.
Hari Minggu, tanggal 20 12 2010.
Bangun Jam 9.30, setelah semalam pulang jam 00.30 dari Mutun.
Iseng – iseng buka TV, ganti – ganti channel, jam 11 nggak sengaja pencet ANTV.
Ada acara yang nggak tahu judulnya apa, presenternya bule…… ceritanya mengenai menangkap ikan
dengan daun kelapa di Pulau Intata, Sulawesi Utara.
Betul – betul sulit dipercaya, caranya dengan menjalin daun kelapa (janur), pada tali sepanjang 4 KM,
kelihatan seperti hiasan pohon Natal / parcel yang terbuat dari kertas berwarna.
Kemudian dibentangkan ketengah laut dengan menggunakan perahu kecil (seperti nelayan menebar
jaring, yang kami lihat di pantai Mutun hari Sabtunya). Juga ada acara ritual segala, setelah itu
menunggu air surut, baru talinya ditarik ramai – ramai ketepi. Ikan yang terperangkap didalam diambil
dengan tangan, digetok pakai tongkat, diserok dlsb. Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa ikan – ikan
tsb tidak melarikan diri melewati bawah tali, yang nggak ada apa – apanya?
Ikan yang didapat ada : cendro, kerapu, kakap merah, lencam, baronang dll.
Cara menangkap ikan semacam ini (namanya Mane’e), hanya dilakukan sekali dalam satu tahun, dan
penduduk sekitar tidak diperkenankan mencari ikan didaerah ini. Bagi yang melanggar dikenakan denda
Rp. 500.000,- dan penduduk setempat mengatakan : tidak ada hubungan dengan mistis, tetapi hanya
hubungan alam antara ikan dan daun kelapa? Apa mungkin? Bisa jadi iya, karena kita juga belum pernah
dengar nelayan tradisionil buat rumpon pakai daun pisang atau lainnya, tetapi selalu pakai daun kelapa.
Acara yang menarik sekali, juga cara menjaga lingkungan dengan menerapkan denda.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PETANI INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger