Hama Tikus

Kamis, 23 Desember 2010 | komentar


CIANJUR-Sejumlah petani yang berada di Kecamatran Sukaluyu, Bojongpicung dan wilayah Cianjur Selatan mengeluh. Itu lantaran padi yang mereka tanam terserang hama tikus. Akibatnya, kemungkinan besar, pada bulan ini mereka akan menderita gagal panen jika masalah itu tidak cepat ditangani Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur. Ketua Kelompok Tani Kecamatan Bojongpicung, Gunawan Yadi (56), mengatakan, sejak dua bulan terakhir ini, hama tikus sudah mulai menyerang padi di wilayah Bojongpicung. Sedangkan para petani sudah berusaha untuk memusnahkan hama tikus, namun tetap masih ada. "Para petani sendiri, sudah melakukan upaya untuk memberantas hama tikus. Namun, tikus tersebut tetap ada, walau telah diberantas," katanya, kemarin. Menurutnya, serangan hama tikus sendiri sangat menganggu para petani. Sebab, para petani takut tidak bisa memetik hasil panen atau gagal panen pada musim ini. "Jika tidak ada antisipasi dari distan, dikawatirkan petani di sini akan merugi," ujarnya. Hal yang sama dikatakan, Trisno Kusnadi (45), petani di wilayah Cianjur Selatan ini mengaku, dirinya bersama para petani harus rela melakukan piket sawah yang berada di wilayah Cisel. Khususnya di dearah Sindangbarang. "Saya bersama petani lain, harus rolingan untuk menjaga padi, agar tidak di makan hama tikus," tuturnya. Sementara itu, Sekertaris Distan Kabupaten Cianjur, Yanto Hartono memaparkan, semua jenis hama harus ditumpas. Sementara serangan hama tikus lebih berbahaya lagi dibanding hama wereng. " Untuk membasminya dangan cara diumpan dan diracun, lubang di empas menggunakan belerang. Mengempas lubang tikus harus dilakukan secara serempak oleh para petani, minimal dilakukan secara kontinyu selama tiga hari sekali," paparnya. Dia menambahkan, ada beberapa faktor mengapa tikus masih muncul seperti saat ini. Sebab ada langkah petani yang belum tepat dalam cara bertanam. Di antaranya, menanam tidak serempak, varietas yang digunakan sebaiknya yang tahan bondoyudo dan kalimas "Faktor kelembaban yang tinggi dan sebaiknya atur jarak tanam agak lebar," imbuhnya.(den)
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PETANI INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger