Budidaya Burung Kenari

Minggu, 03 Oktober 2010 | komentar



Pendahuluan
Selama bertahun-tahun, sepanjang sejarah penangkaran kenari, sejumlah buku besar telah ditulis. Buku-buku tersebut berisi kekayaan pengetahuan tentang kenari yang terkumpul selama ratusan tahun.

Berdasar berbagai macam buku itu, Mattia Felice, seperti dia tulis di situs [www.petngarden.com], mengatakan dirinya telah menemukan kerangka umum dari buku-buku tentang kenari tersebut.

Karena bagi kebanyakan orang kenari hanyalah burung kuning kecil yang lucu dengan lagu yang merdu, maka kebanyakan ruang lingkup buku yang ditulis hanyalah memperkenalkan orang tentang dunia kenari dan tidak mencoba mengajarkan mereka mengenai aspek-aspek dasar perawatan kenari.

Sejarah
Nenek moyang dari semua kenari yang ada sekarang (serinus canaria) merupakan generasi anak cucu kenari liar (serinus serinus) yang dapat ditemukan berkembang biak dengan bebas di Kepulauan Canary dan di daratan bagian timur laut Afrika. Kenari bukanlah burung aseli Kepulauan Canary, tetapi sengaja diperkenalkan sebagai burung kepulauan tersebut.

Awalnya, ada sebuah kapal dengan sejumlah kandang sarat kenari karam di dekat pulau dan seorang pelaut melepaskan burung-burung itu dengan maksud agar tidak mati tenggelam. Banyak di antara burung tersebut mendarat ke pulau terdekat dan di sana mereka menemukan banyak makanan dan iklim yang cocok untuk berkembang biak.

Ketika bangsa Spanyol tahu mengenai burung kenari, mereka mulai menangkapi burung kenari dan menangarkannya.

Kenari menjadi burung peliharaan yang bernilai dan segera menjadi populer, terutama ketika varietas kanari kuning, cokelat dan merah diciptakan.

Kandang
Mattia Felice menyarankan agar kita tidak meletakkan tempat kenari dalam sangkar bulat (karena akan akan memberikan masalah fisiologis). Kandang yang ideal untuk burung kenari setidaknya sepanjang empat puluh inci (sekitar 100 cm) dan tinggi lima belas hingga dua puluh inci (38 – 50 cm) untuk tingginya, sedang jarak antar tenggeran/tangkringan sekitar empat puluh sentimeter untuk ruang gerak/terbang burung kenari (catatan saya, Duto: ini adalah ukuran ideal menurut Mattia Felice) . Kandang logam dianjurkan karena lebih mudah untuk membersihkan dan menyucihamakan dan serta tidak rentan terhadap kutu.

Makanan dan Air Minum
Biji-bijian harus sesegar mungkin. Campuran pakan kenari yang baik harus terdiri terutama dari biji kenari (skalora), dan selanjutnya terdiri dari canola, rami, biji niger, millet dan beberapa bumbu dapur seperti adas manis baik untuk digunakan (produk pakan luar negeri biasanya berisi campuran bit berwarna, yang baik untuk burung kenari, karena mengandung vitamin dan agen pemuncul/pencerah warna.) Air segar harus tersedia setiap waktu, jika burung kenari dibiarkan tanpa air selama lebih dari enam belas jam ia mungkin tidak bertahan hidup. Adalah penting diperhatikan bahwa tempat pakan dan minuman harus bersih setiap saat.

Kesehatan dan Kebersihan
Kandang harus selalu dijaga kebersihannya setiap saat. Kandang yang kotor dan lusuh akan menarik minat tungau /kutu lain bertahan dan akan membuat burung sakit. Di luar negrui sana, pembersihan kandang dimulai setiap minggu sekali pada musim dingin dan dua kali seminggu pada musim panas karena kotoran cenderung bau (bisa dianalogikan juga untuk musim penghujan dan kemarau di Indonesia).

Tenggeran/tangkringan perlu disucihamakan secara teratur dan jika untuk penangkaran, sarang sering dibersihkan dan setelah beberapa kali penggunaan harus dibuang.

Hal yang perlu diketahui adalah merupakan hal biasa bahwa dalam bulan-bulan musim panas burung meranggas/ molting/ mabung, dan mereka menjatuhkan bulu tua kemudian bertumbuhan bulu baru. Selama periode ini burung kenari akan berhenti bernyanyi dan inilah waktunya untuk memberikan pakan yang bisa memberikan warna tertentu pada burung kenari selepas masa mabung (warna merah misalnya, dll). Sangat penting untuk menjaga burung tetap di sangkarnya, tidak banyak digeser-geser kandangnya, agar bulu burung bisa tumbuh bagus dan normal.

Penangkaran
Musim kawin burung kenari dimulai pada bulan Januari (perlu diingat, bahwa tulisan ini aselinya dibuat oleh dan untuk pembaca di Eropa/Negara subtropis di belahan bumi sebelah utara. Selama musim kawin makanan yang berbeda harus ditambahkan ke makanan burung, misalnya, Anda harus menambahkan grit ke pakan karena mengandung kalsium yang akan menghasilkan kulit telur yang kuat. Penambahan telur pada pola makan harisn juga penting karena dengan telur itu indukan kenari akan memberi pakan anak-anak mereka.

Jika Anda telah memilih pasangan (yang tidak boleh terkait darah secara langsung) dan menempatkan mereka dalam kandang penangkaran (kandang kenari normal namun memiliki penyekat di tengah), Anda harus memberi mereka waktu untuk saling menyesuaikan, dan setelah itu mengangkat penyekat. Setelah beberapa hari, bahan pembuat sarang harus disediakan untuk si betina, seperti robekan-robekan kertas, dedaunan atau ranting (cemara, rami dsb).

Dua pekan setelah sarang selesai, si betina akan berbaring dan menghasilkan telor dua hingga enam butir. Setelah mengeram selama dua pecan, telur akan menetas, memperlihatkan anak kenari merah muda kecil, tanpa bulu dan belum bisa melihat.

Ketika semua telur menetas, kenari akan mulai memberi makan anak-anak mereka (pastikan bahwa semangkuk telur kuning yang sudah dihancurkan tersedia sepanjang waktu).

Cara penangkaran yang berbeda untuk setiap jenis kenari
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PETANI INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger